SEJARAH CYBER MEDIA
Perkembangan Cyber Media
Di era perkembangan
teknologi komunikasi yang sudah mendunia ini, hampir semua masyarakat
di dunia berpaling ke teknologi komunikasi yang memiliki kecepatan
dan efisien untuk mendapatkan informasi. Bahkan sekarang ini
teknologi komunikasi telah menjadi kunci utama dalam kehidupan
sehari-hari artinya masyarakat tidak bisa lepas dari teknologi
komunikasi yang merupakan wadah sumber informasi yang mereka anggap
penting. Komunikasi banyak macamnya, diantaranya adalah adanya
Komunikasi Akoptika ( Komunikasi yang menggunakan akustika (bunyi) ),
Komunikasi Grafika ( Komunikasi yang menggunakan alat-alat cetak ),
Komunikasi Elektronika ( Komunikasi yang menggunakan alat-alat
elektronika atau perangkat telekomunikasi ), dan terakhir jenis
komunikasi yang sedang berkembang adalah Komunikasi Cyber (
Komunikasi yang menggunakan media internet sebagai alat komunikasi
).
Komunikasi Cyber (
Cyber Communication) dapat kita rasakan dimana saja dan kapan
saja. Bahkan sekarang ini kita pun tidak perlu menggunakan PC (
Personal Computer ) untuk berkomunikasi melalui internet karena
melalui mobile communication ( Komunikasi Bergerak ) seperti
Handphone kita pun dapat berkomunikasi dengan siapa pun, dimana
pun, dan kapan pun melalui media internet. Di dalam maupun di luar
negeri seperti Indonesia, Jepang dan Finlandia, masyarakat yang
menggunakan handphone jauh lebih banyak ketimbang menggunakan telepon
rumah. Ini disebabkan karena banyaknya aplikasi yang ada dalam
handphone seperti bisa berkomunikasi via telepon, sms, 3G, bahkan
sudah banyak handphone yang memiliki fitur untuk memudahkan pemilik
akun di dunia maya atau dapat berkomunikasi secara cyber (
menggunakan internet ) seperti chatting maupun e-mail.
Banyak sekali
masyarakat maupun perusahaan-perusahaan di dalam maupun di luar
negeri yang menggunakan sistem Cyber Communication dalam memberikan
informasi kepada masyarakat, dimana ini juga memberikan pengaruh
kepada dunia Jurnalistik di Indonesia, seperti dengan adanya
detik.com yang digarap dengan serius untuk menjadi media online pada
tanggal 9 Juli 1998, kompas.com, suarapembaruan.com,
media_indonesia.com dan lainnya. Hal ini membuat pencari informasi
menjadi lebih giat dalam mencari bahkan mengkonsumsi
informasi-informasi yang ada, dikarenakan infomasi yang disajikan
dalam cyber communication dapat ter-update dalam hitungan menit
bahkan detik yang berbeda sekali media komunikasi konvensional
lainnya yang harus menunggu beberapa waktu untuk mengetahui informasi
selanjutnya. Dengan adanya Komputer, Laptop, Blackberry, Ipad,
I-phone, maupun Handphone GSM ( Global System for Mobile
Communication ) atau teknologi komunikasi baru yang pastinya ada
media internetnya semakin membuat masyarakat menjadi lebih gempar
lagi dalam menggunakan cyber communication dalam berkomunikasi.
Berbeda dengan di
Negara luar seperti Amerika yang menggunakan cyber communication
sebagai fasilitas seluruh aspek mereka, jika di Indonesia hampir
semua masyarakat menggunakannya tetapi ada sebagian juga yang tidak
bisa menggunakan komunikasi secara cyber atau bahkan ada yang tidak
mengetahuinya. Di Amerika Serikat perkembangan dunia maya sudah
sangat maju. Dengan semakin berkembangnya cyber communication
pastinya bukan hanya hal positif saja yang masuk dalam unsur cyber
communication ini, pastinya juga ada hal negatifnya yang menyuruh
kita harus tetap berhati-hati di dalam menggunakan internet sekarang
ini. Oleh karena itu hadirlah cyber law yang merupakan suatu hukum di
dunia maya, bisa dikatakan jika di Negara lain seperti di Amerika,
Singapura, Australia, New Zealand serta Negara-negara Eropa lainnya
yang memiliki Cyber law untuk melindungi masyarakat dan Negara dari
kejahatan dunia maya sudah sangat terorganisir dan maju, sedangkan
perkembangan Cyber law di Indonesia sendiri belum bisa dikatakan
maju, karena penggunaan internet belum merata di seluruh Indonesia.
Dengan adanya
internet dapat membuat kita berkomunikasi dengan siapa pun yang ada
di dunia ini yang berbeda secara geografi maupun juga waktu, tanpa
adanya pemisahan jarak. Waktu inilah yang dinamakan Social Media
Online. Media cyber baik yang ada di dalam maupun di luar negeri
telah menjamur, hari berganti hari, waktu berganti waktu ada saja
penambahan alat (media) komunikasi cyber seperti dengan adanya
Friendster.com yang merupakan social media online di tahun 2002 yang
disambut baik oleh masyarakat khususnya kalangan muda Indonesia.
Kemudian hadir Facebook.com dan layanan Microblogging Twitter.com
yang booming pada tahun 2009 lalu, kemudian adanya e-mail, g-mail,
blogger, yahoo messenger, windows live ( msn ), google, AIM, GTalk (
google talk ), skype, ICQ, Hyves, My Space, dan masih banyak lagi
media komunikasi cyber lainnya. Dalam social media online yang
merupakan media cyber communication mendapatkan perhatian
penggunanya. Hal inilah yang merubah pola interaksi social masyarakat
menjadi masyarakat cyber ( Cyber Community ). Jadi, tidak heran jika
masyarakat lebih cenderung menggunakan komunikasi virtual dari pada
komunikasi secara face to face untuk berinteraksi dengan kerabat dan
teman-teman dikarenakan perangkat untuk mengaksesnya tidak terbatas.
Bukan hanya untuk
mendapatkan informasi saja, kita pun juga bisa memberikan informasi
kepada khalayak bahkan kita juga bisa meminta dukungan dalam hal
politik, misalnya saja seperti Presiden Amerika Barack obama yang
memenangkan pemilu melalui akun facebook dan twitternya. Dan social
media online ( cyber communication ) bukan hanya dapat mempengaruhi
perkembangan politik saja tetapi juga dalam hal ekonomi bahkan juga
pendidikan. Dalam hal ekonomi sesuai dengan perkembangan zaman juga
kita dapat membuka toko online melalui media online ( cyber comm. )
yang menjual berbagai macam barang maupun jasa tanpa harus
membutuhkan lahan dan juga konsumen tidak perlu repot-repot datang ke
tempat tujuan. Dalam hal pendidikan contohnya saja sudah banyak
mahasiswa yang kuliah tidak perlu datang ke kampus tapi sekarang
sudah banyak yang menggunakan media online (cyber comm) yang disebut
e-learning. Dan semua ini sudah diterapkan di dalam maupun di luar
negeri.
Dampak Cyber Media dalam Kehidupan Manusia
Perkembangan media
pada beberapa waktu belakangan sangatlah pesat. Teknologi-teknologi
yang semakin canggih merupakan pengaruh yang besar dalam dunia
komunikasi saat ini. Media yang menjadi ‘ikon’ media modern dan
paling berpengaruh adalah media Internet dan teknologi populer
seperti smart-phones.
Seperti yang kita
ketahui, smart-phone
memilliki penggemar dan pengguna yang semakin banyak Indonesia.
Telepon genggam telah berinovasi tidak hanya sebagai alat komunikasi
suara saja, namun telah memiliki fitur-fitur canggih yang
memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan cepat dan mengakses
internet. Tarif yang diberikan pun semakin terjangkau. Komunikasi pun
mengadi semakin praktis, informasi semakin gampang sekali didapatkan.
Masyarakat pun seakan tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan
informasi dari media setiap harinya. Masyarakat menjadi sangat peka
informasi, tidak hanya informasi umum atau informasi yang ingin
diberitakan, tetapi media modern saat ini sangat memungkinkan
masyarakat mencari sendiri informasi yang dibutuhkan.
Dalam segala hal,
pasti memiliki pengaruh positif dan negatif. Sama halnya dengan media
modern ini. Media on line telah membawa manusia dalam pola komunikasi
yang baru. Media internet dalam smart-phone sudah sangat umum
dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia sekarang, terutama
masyarakat perkotaan. Internet, gadget, smart-phone, seakan
menjadi barang wajib dan kebutuhan sehari-hari manusia modern. Hal
ini dikarenakan teknologi zaman sekarang memungkinkan kita berkoneksi
dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun. Bahkan tidak hanya itu saja,
kebutuhan untuk selalu up-to-date dalam informasi pun
disediakan oleh teknologi-teknologi ini. Inilah bentuk paling nyata
dan signifikan dalam perkembangan media modern. Keuntungannya tentu
sangat banyak, apalagi untuk masyarakat yang memiliki tingkat
pendidikan, mobilitas, status sosial yang semakin tinggi, tentu
sangat memerlukan informasi melalui media ini. Selain itu dengan
semakin berkembangnya media modern, edukasi, pengetahuan masyarakat,
dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia pun semakin berkembang.
Bentuk modernisasi ini akan memberikan pengaruh besar bagi bangsa,
baik positif maupun negatif.
Informasi yang
sangat mudah didapatkan memang memberikan pengetahuan lebih kepada
penggunanya. Tetapi terkadang informasi malah memberikan pengaruh
buruk (karena luasnya informasi dan perspektif orang-orang yang
tidak dapat di control ). Contohnya, banyaknya informasi yang salah
dipersepsikan dapat menjurus ke hal-hal seperti penyimpangan perilaku
sosial, misalnya berubahnya gaya hidup menjadi hedonis ( lifestyle
modern yang marak ditunjukkan oleh media dimana kesenangan dan
kemewahan adalah hal utama ), tidak mempedulikan agama lagi bahkan
menjadi atheis ( karena manusia yang terpengaruh oleh ajaran-ajaran
modern baru ), cyber-crime ( kejahatan dalam dunia maya dengan media
internet yang dapat berdampak besar dalam dunia nyata ), dan beberapa
penyimpangan moralitas atau psikologis.
Saya akan mengangkat
beberapa contoh dari efek negatif konsumsi media modern ini. Misalnya
pada point dimana media mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
Media-media sekarang, baik cetak, tv, atau online, seringkali
memberikan konten-konten yang memanjakan khalayan masyarakat, seperti
kehidupan yang mewah dan berfoya-foya, pergaulan bebas ala “orang
Barat”, dan lain-lain. Media sekarang sangat jarang memberikan
konten edukatif, dan masyarakat pun lebih senang dengan konten
kehidupan modern.
Media juga
memberikan pandangan-pandangan baru, prinsip-prinsip, kepercayaan,
dan budaya baru yang bertolak belakang dengan apa yang negara kita
miliki. Pandangan, prinsip, kepercayaan, dan budaya yang terpengaruh
modernisasi, semakin menjauhkan kepribadian dan identitas asli negara
Indonesia, terutama identitas negara yang beragama, bermoral,
bermartabat, dan memiliki norma-norma yang konservatif serta gaya
hidup sederhana sudah semakin dilupakan.
Tidak hanya itu
saja, media modern dan didukung oleh teknologi yang canggih dan
memadai, juga memancing maraknya cyber-crime, penyimpangan moral dan
psikologis, juga efek lain yang berbahaya. Contoh kasusnya adalah
kasus yang saat ini sedang sangat marak di media-media Indonesia,
yaitu kasus video porno “mirip artis” yang tersebar luas dan
sangat cepat melalui media internet, Blackberry¸ Instant
Messenger, Twitter¸ Blog, dan lain-lain. Ini adalah salah
satu kasus paling menghebohkan di Indonesia pada saat ini, bahkan
sampai diberitakan oleh media internasional seperti CNN di
websitenya. Hal ini membuktikan bagaimana media modern dapat dengan
sangat cepat menyebarkan sebuah isu, dan walaupun di mulai dari dunia
maya, dapat menjadi dampak yang sangat besar di dunia nyata.
Seakan-akan dunia maya dan dunia nyata sudah menyatu dan tidak dapat
dipisahkan lagi. Dunia maya tidak lagi hanya menjadi sebuah dunia
‘maya’, tetapi terhubung dengan dunia nyata. Pengaruh media juga
tidak terlepas dari perubahan ini.
Penyimpangan
moralitas dan psikologis, juga dipengaruhi media-media modern.
Sebagai contoh, adanya kaum masyarakat yang lebih suka bersosialisasi
di dunia maya, daripada dunia nyata. Mereka lebih aktif di depan
laptop / gadget / blackberry mereka, daripada berkomunikasi dengan
orang-orang nyata di sekeliling mereka. Bahkan ada yang duduk
berdekatan, tetapi malah berkomunikasi melalui Blackberry mereka,
atau messenger lainnya. Suatu hubungan psikologis, keakraban bahkan
dapat tercipta melalui media. Tentunya hal ini tidak pernah
terbayangkan oleh nenek moyang kita dulu. Adanya teknologi dan
media-media seperti ini juga mempengaruhi perilaku manusia di dunia
nyata. Beberapa baik, tetapi beberapa malah sangat tidak baik.
Lalu bagaimanakah
sebaiknya kita menghadapi keadaan seperti ini, mengingat kita juga
tidak bisa terlepas dengan media dalam kehidupan yang semakin maju
ini? Mungkin sebaiknya kita harus tetap menyadari hal-hal yang
konkrit dalam kehidupan, seperti hubungan dalam dunia nyata,
komunikasi langsung, mempunyai prinsip dan kepercayaan, dan memiliki
pengetahuan untuk dapat bijak dan membatasi diri atas
pengaruh-pengaruh yang ada. Jangan karena maraknya media modern, kita
melupakan tabiat alami manusia untuk berkomunikasi secara langsung
dengan lingkungan kita. Media memang akan selalu menciptakan
agenda-setting untuk setiap hal, memang kedengarannya media itu
berbahaya, tetapi media juga merupakan hal yang penting dalam
keseharian. Hanya saja kita hanya perlu bijaksana dalam
penggunaannya.
Salah satu jenis cyber media :
KASKUS
adalah situs forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia dan
penggunanya disebut dengan Kaskuser.
Kaskus lahir pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal
Indonesia yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan,
yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini
dikelola oleh PT Darta Media Indonesia. Situs yang memiliki lebih
dari 2,5 juta pengguna ini, tidak hanya berdomisili dari Indonesia
namun tersebar juga hingga negara lainnya. Pengguna Kaskus umumnya
berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa.
Kaskus, yang
merupakan singkatan dari Kasak
Kusuk, bermula dari
sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga
saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 900 ribu orang, dengan
jumlah page view
melebihi 15.000.000 setiap harinya. Hingga saat ini Kaskus sudah
mempunyai lebih dari 250 juta posting.
Menurut
Alexa.com, pada bulan Desember 2010 Kaskus berada di peringkat 251
dunia dan menduduki peringkat 6 situs yang paling banyak dikunjungi
di Indonesia.
SEJARAH
Kaskus
diciptakan tanggal 6 November 1999 oleh tiga mahasiswa asal Indonesia
yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan,
di Seattle, Amerika Serikat. Kaskus awalnya bertujuan sebagai
forum informal mahasiswa Indonesia di luar negeri. Nama “Kaskus”
sendiri merupakan singkatan dari kata “kasak-kusuk”.
Pada bulan
Agustus 2005, PC
Magazine Indonesia
memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan
komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website
terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006.
Pada tanggal 23
Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi
.us, karena penyebaran virus brontokyang dibuat dengan tujuan
menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam
target penyerangan.
Awal April
2007, manajemen Kaskus menambah 2 server baru untuk meningkatkan
performance situs Kaskus (Dell Server).
Pada Juli 2008,
Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server
Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server
Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP.
Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola
berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan
beroperasi di bulan September adalah 16 server.
Awal tahun
2011, Kaskus mengumumkan ekspansi bisnisnya dengan menjalin hubungan
kerjasama bersama Global Digital Prima yang merupakan anak perusahaan
dari PT Djarum. Selain itu, Kaskus juga akan menambah jumlah
servernya hingga 250 buah serta melakukan rekrutmen pegawai baru
hingga 80 orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar