Konsep citizen journalism didasarkan warga masyarakat (public citizens) yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita dan informasi (Wikipedia).
Berita atau informasi yang diproduksi jurnalis warga disebarluaskan melalui berbagai media, baik media mainstream yang menyediakan ruang jurnalisme warga maupun media milik warga sendiri --blog, majalah, buletin, radio komunitas, dan sebagainya.
Istilah Jurnalisme Warga
Ada 9 alternatif nama untuk Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) sebagaimana dikemukakan Mark Glaser di Mediashift:- Grassroots journalism. Jurnalisme Akar Rumput
- Networked journalism. Jurnalisme Berjejaring.
- Open source journalism. Jurnalisme Sumber Terbuka.
- Citizen media. Media Warga.
- Participatory journalism. Jurnalisme Partisipasi.
- Hyperlocal journalism. Jurnalisme Sangat Lokal.
- Bottom-up journalism. Jurnalisme Bawah-ke-Atas.
- Stand-alone journalism. Jurnalisme Mandiri.
- Distributed journalism. Jurnalisme Terdistribusi.
Dasar-Dasar Jurnalisme Warga
Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebarluasan berita (news). Karenanya, dasar pengetahuan dan keterampilan (knowledge and skill) jurnalisme warga adalah pemahaman dan kemahiran menulis berita.Dari dasar keterampilan menulis berita ini nanti berkembang dengan kemampuan menulis karya jurnalistik lainnya, seperi feature, artikel opini, foto jurnalistik, lalu jurnalistik penyiaran (broadcast journalism alias jurnalistik radio dan televisi).
Jurnalis warga, dengan demikian, mesti mengusai ilmu jurnalistik dasar ini (penulisan berita), meliputi, antara lain:
- Pengertian berita
- Nilai berita (news values)
- Unsur-Unsur Berita (5W+1H)
- Struktur naskah berita
- Bahasa Jurnalistik/Bahasa Media
- Etika penulisan berita (kode etik jurnalistik).
- Accuracy. Akurasi, ketepatan.
- Thoroughness. Kecermatan, ketelitian.
- Transparency. Transparansi, keterbukaan dalam peliputan berita.
- Fairness. Kejujuran
- Independence. Independensi, tidak berpihak dan tidak terikat oleh kelompok mana pun.
Pada perkembangannya
kemunculan CJ mendapatkan penolakan dari mainstream media yang merasa
citizen jurnalis bukan profesional yang bisa melakukan reportase
layaknya jurnalis profesional. Misalnya saja The New York Times yang
mempertanyakan keakuratan dan objektifitas hasil peliputan CJ.
Tradisional jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap CJ tidak dapat
melakukan peliputan dengan baik karena hanya jurnalist terlatih yang
mengetahui etika media saat melakukan peliputan.
Meski mendapat kritikan pedas semacam ini, namun CJ terus berkembang,
bahkan pada beberapa peristiwa penting di dunia CJ menjadi pihak nomer 1
yang memberikan informasi kepada masyarakat. Misalnya saja saat stunami
terbesar di Samudera Hindia, video dan informasi penting justru
bersumber dari blog yang dimiliki warga.
Jurnalisme warga atau yang biasa disebut citizen journalism adalah
kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan
pengumpulan, pelaporan, analisis, serta penyampaian informasi dan
berita. Jurnalisme warga merupakan suatu tren baru yang akan terus
berkembang di masyarakat.
Salah satu fenomena aktual yang berkaitan dengan citizen journalis
(jurnalisme warga negara) dalam proses penyebaran informasi adalah
maraknya aktivitas blog. Kehadiran blog, menjadikan internet benar-benar
diperhitungkan di dunia media. Citizen journalism membuka ruang wacana
bagi warga lebih meluas. Blog menjadi bagian dari proses revolusi
komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa
memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan yang lebih spontan dan
lebih luas dari media konvensional. Intensitas dari partisipasi ini
adalah untuk menyediakan informasi yang independen, akurat, relevan yang
mewujudkan demokrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perkembangan di Indonesia
Kemunculan jurnalisme warga di Indonesia bermula pada masa Orde Baru,
saat Soeharto berkuasa, di mana pada saat itu arus informasi dari media
massa kepada masyarakat dijaga ketat oleh pemerintah dan aparatnya. Masa
Orde Baru yang dikenal dengan sistem pers tertutupnya, memaksa pers
untuk lebih mengedepankan agenda kebijakan, khususnya kebijakan
eksekutif. Pers lebih banyak memberitakan kebijakan pemerintah.
Dominannya penggunaan sumber berita eksekutif menjadikan pemberitaan
pers menjadi top down.
Di Indonesia, jurnalisme ala warga telah hadir dalam keseharian melalui
acara-acara talkshow di radio khususnya sejak awal tahun 90-an. Karena
dilarang pemerintah menyiarkan program siaran berita, beberapa stasiun
radio mengusung format siaran informasi. Pada program siarannya, stasiun
radio tersebut (diantaranya adalah Radio Mara 106,7 FM di Bandung yang
menjadi pionir siaran seperti ini) menyiarkan acara talkshow yang
mengajak pendengar untuk aktif berpartisipasi melalui telepon untuk
menyampaikan informasi maupun pendapat tentang sebuah topik hangat. Pada
masa orde baru acara siaran tersebut efektif menjadi saluran khalayak
menyampaikan keluhan terhadap kelemahan atau kezaliman penguasa.
Setelah UU Penyiaran No.32 Tahun 2002, kehadiran community based media
di bidang penyiaran pun akhirnya terakomodasi. kehadiran radio dan
televisi komunitas menjadi legal. Legalitas ini membuat peluang
jurnalisme ala warga menjadi semakin terbuka. Melalui radio atau
televisi komunitas, warga bisa bertukar informasi atau pendapat, tentang
hal-hal terdekat dengan keseharian mereka, yang biasanya luput diliput
oleh media-media besar. Pada radio siaran, biaya peralatan, operasional
siaran dan pesawat penerima yang relative murah. Bahkan beberapa stasiun
televisi ada yang membuat program khusus untuk itu.
Sejumlah mailing list menjadi pelarian warga yang mampu mengakses
internet akibat media massa konvensional saat itu tidak ada yang berani
mengkritik rezim. Kehadiran blog ini baru dianggap sebagai ancaman
karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa
konvensional.
Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan lugas membuat citizen
journalism kian subur. Citizen journalism sendiri merupakan salah satu
jalan yang digunakan untuk mengembangkan sayap jurnalis, bergerilya
lewat digital untuk misi jurnalisme, sebagai wahana publik dalam bahasa
merupakan jurnalisme akar rumput.
B. Tujuan Citizen Journalism
Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik
namun lebih menitik beratkan pada “inilah yang terjadi di lingkungan
kita”. Pemberitaan citizen journalism lebih mendalam dengan proses
penayangan berita di televisi, dengan menggunakan visual dari
masyarakat. Citizen journalism dinilai sebagai bentuk partisipasi aktif
masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara lebih leluasa, terstruktur,
serta dapat diakses secara umum dan sekaligus menjadi rujukan
alternatif.
Agar warga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat dari
berbagai belahan dunia. Bagi orang-orang yang sibuk, dan tidak sempat
berinteraksi dengan suatu media massa ataupun media elektronik. Citizen
Journalism juga bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat
berinteraksi dan menyebarkan informasi secara cepat dan benar dan
singkat, padat, dan dapat dipercaya (realistis). Walaupun bukan jurnalis
yang profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin
tadinya tidak penting menjadi penting.
C. Kelebihan Citizen Journalism
Dibandingkan dengan implikasi-implikasi negatif yang ada, saya dapat
mengakui bahwa pada hakikatnya fenomena citizen journalism ini cukup
banyak juga manfaatnya.
Citizen journalism memacu orang untuk dapat berkarya lebih giat lagi
dalam hal tulis menulis. Semakin banyak penulis-penulis muda yang
terlahir dengan bantuan fenomena citizen journalism.
Saya merupakan salah satu penggemar blog. Sebagai sgorang penggemar,
saya merasakan betul dampak kegemaran saya mengelola blog dengan
penempatan minat saya dalam wadah yang sesuai.
Keberadaan citizen journalism juga sudah barang tentu meningkatkan
wawasan masyarakat luas tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia.
Uniknya lagi, masyarakat sebagai subjek dan objek dari citizen
journalism ini akan lebih kritis dalam menghadapi persoalan.
Satu hal yang terakhir yang diajrkan dari citizen journalism adalah ia
mengajari kita arti sebuah perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat,
sikap, perilaku. Semua hal itu adalah hal yang wajar, tergantung dari
bagaimana masyarakat yang bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut.
D. Kelemahan Citizen Journalism
Suatu fenomena memang tak terlepas dengan implikasi-implikasi yang
mengikutinya. Diantara beragam implikasi yang mungkin terjadi, salah
satunya tentu adalah implikasi negative yang berujung pada sebuah
kategori akhir bahwa hal tersebut adalah kelemahan dari suatu hal yang
kita teliti.
Citizen journalism. Menceritakan sebuah kisah tentang kebebasan
berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat insan pers
khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa dikatakan adalah sebuah
ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan, sekarang bisa dimasuki
oleh siapapun juga.
Dalam sebuah situs dikatakan, hal ini bisa jadi adalah sebuah ancaman
tentang terbentuknya kekuatan baru di samping kekuatan pers yang legal
di mata pemerintah.
Ancaman ataupun tidak sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana
cara kita menyikapinya.
Suatu fenomena akan menjadi suatu masalah bila kita melihatnya dari
sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja berubah menjadi suatu hal yang
baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai baik dari fenomena itu.
Meskipun terkadang pencapaian ke arah itu memerlukan perjuangan yang
tidak mudah.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Pada perkembangannya
kemunculan CJ mendapatkan penolakan dari mainstream media yang merasa
citizen jurnalis bukan profesional yang bisa melakukan reportase
layaknya jurnalis profesional. Misalnya saja The New York Times yang
mempertanyakan keakuratan dan objektifitas hasil peliputan CJ.
Tradisional jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap CJ tidak dapat
melakukan peliputan dengan baik karena hanya jurnalist terlatih yang
mengetahui etika media saat melakukan peliputan.
Meski mendapat kritikan pedas semacam ini, namun CJ terus berkembang,
bahkan pada beberapa peristiwa penting di dunia CJ menjadi pihak nomer 1
yang memberikan informasi kepada masyarakat. Misalnya saja saat stunami
terbesar di Samudera Hindia, video dan informasi penting justru
bersumber dari blog yang dimiliki warga.
Jurnalisme warga atau yang biasa disebut citizen journalism adalah
kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan
pengumpulan, pelaporan, analisis, serta penyampaian informasi dan
berita. Jurnalisme warga merupakan suatu tren baru yang akan terus
berkembang di masyarakat.
Salah satu fenomena aktual yang berkaitan dengan citizen journalis
(jurnalisme warga negara) dalam proses penyebaran informasi adalah
maraknya aktivitas blog. Kehadiran blog, menjadikan internet benar-benar
diperhitungkan di dunia media. Citizen journalism membuka ruang wacana
bagi warga lebih meluas. Blog menjadi bagian dari proses revolusi
komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa
memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan yang lebih spontan dan
lebih luas dari media konvensional. Intensitas dari partisipasi ini
adalah untuk menyediakan informasi yang independen, akurat, relevan yang
mewujudkan demokrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perkembangan di Indonesia
Kemunculan jurnalisme warga di Indonesia bermula pada masa Orde Baru,
saat Soeharto berkuasa, di mana pada saat itu arus informasi dari media
massa kepada masyarakat dijaga ketat oleh pemerintah dan aparatnya. Masa
Orde Baru yang dikenal dengan sistem pers tertutupnya, memaksa pers
untuk lebih mengedepankan agenda kebijakan, khususnya kebijakan
eksekutif. Pers lebih banyak memberitakan kebijakan pemerintah.
Dominannya penggunaan sumber berita eksekutif menjadikan pemberitaan
pers menjadi top down.
Di Indonesia, jurnalisme ala warga telah hadir dalam keseharian melalui
acara-acara talkshow di radio khususnya sejak awal tahun 90-an. Karena
dilarang pemerintah menyiarkan program siaran berita, beberapa stasiun
radio mengusung format siaran informasi. Pada program siarannya, stasiun
radio tersebut (diantaranya adalah Radio Mara 106,7 FM di Bandung yang
menjadi pionir siaran seperti ini) menyiarkan acara talkshow yang
mengajak pendengar untuk aktif berpartisipasi melalui telepon untuk
menyampaikan informasi maupun pendapat tentang sebuah topik hangat. Pada
masa orde baru acara siaran tersebut efektif menjadi saluran khalayak
menyampaikan keluhan terhadap kelemahan atau kezaliman penguasa.
Setelah UU Penyiaran No.32 Tahun 2002, kehadiran community based media
di bidang penyiaran pun akhirnya terakomodasi. kehadiran radio dan
televisi komunitas menjadi legal. Legalitas ini membuat peluang
jurnalisme ala warga menjadi semakin terbuka. Melalui radio atau
televisi komunitas, warga bisa bertukar informasi atau pendapat, tentang
hal-hal terdekat dengan keseharian mereka, yang biasanya luput diliput
oleh media-media besar. Pada radio siaran, biaya peralatan, operasional
siaran dan pesawat penerima yang relative murah. Bahkan beberapa stasiun
televisi ada yang membuat program khusus untuk itu.
Sejumlah mailing list menjadi pelarian warga yang mampu mengakses
internet akibat media massa konvensional saat itu tidak ada yang berani
mengkritik rezim. Kehadiran blog ini baru dianggap sebagai ancaman
karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa
konvensional.
Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan lugas membuat citizen
journalism kian subur. Citizen journalism sendiri merupakan salah satu
jalan yang digunakan untuk mengembangkan sayap jurnalis, bergerilya
lewat digital untuk misi jurnalisme, sebagai wahana publik dalam bahasa
merupakan jurnalisme akar rumput.
B. Tujuan Citizen Journalism
Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik
namun lebih menitik beratkan pada “inilah yang terjadi di lingkungan
kita”. Pemberitaan citizen journalism lebih mendalam dengan proses
penayangan berita di televisi, dengan menggunakan visual dari
masyarakat. Citizen journalism dinilai sebagai bentuk partisipasi aktif
masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara lebih leluasa, terstruktur,
serta dapat diakses secara umum dan sekaligus menjadi rujukan
alternatif.
Agar warga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat dari
berbagai belahan dunia. Bagi orang-orang yang sibuk, dan tidak sempat
berinteraksi dengan suatu media massa ataupun media elektronik. Citizen
Journalism juga bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat
berinteraksi dan menyebarkan informasi secara cepat dan benar dan
singkat, padat, dan dapat dipercaya (realistis). Walaupun bukan jurnalis
yang profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin
tadinya tidak penting menjadi penting.
C. Kelebihan Citizen Journalism
Dibandingkan dengan implikasi-implikasi negatif yang ada, saya dapat
mengakui bahwa pada hakikatnya fenomena citizen journalism ini cukup
banyak juga manfaatnya.
Citizen journalism memacu orang untuk dapat berkarya lebih giat lagi
dalam hal tulis menulis. Semakin banyak penulis-penulis muda yang
terlahir dengan bantuan fenomena citizen journalism.
Saya merupakan salah satu penggemar blog. Sebagai sgorang penggemar,
saya merasakan betul dampak kegemaran saya mengelola blog dengan
penempatan minat saya dalam wadah yang sesuai.
Keberadaan citizen journalism juga sudah barang tentu meningkatkan
wawasan masyarakat luas tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia.
Uniknya lagi, masyarakat sebagai subjek dan objek dari citizen
journalism ini akan lebih kritis dalam menghadapi persoalan.
Satu hal yang terakhir yang diajrkan dari citizen journalism adalah ia
mengajari kita arti sebuah perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat,
sikap, perilaku. Semua hal itu adalah hal yang wajar, tergantung dari
bagaimana masyarakat yang bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut.
D. Kelemahan Citizen Journalism
Suatu fenomena memang tak terlepas dengan implikasi-implikasi yang
mengikutinya. Diantara beragam implikasi yang mungkin terjadi, salah
satunya tentu adalah implikasi negative yang berujung pada sebuah
kategori akhir bahwa hal tersebut adalah kelemahan dari suatu hal yang
kita teliti.
Citizen journalism. Menceritakan sebuah kisah tentang kebebasan
berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat insan pers
khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa dikatakan adalah sebuah
ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan, sekarang bisa dimasuki
oleh siapapun juga.
Dalam sebuah situs dikatakan, hal ini bisa jadi adalah sebuah ancaman
tentang terbentuknya kekuatan baru di samping kekuatan pers yang legal
di mata pemerintah.
Ancaman ataupun tidak sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana
cara kita menyikapinya.
Suatu fenomena akan menjadi suatu masalah bila kita melihatnya dari
sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja berubah menjadi suatu hal yang
baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai baik dari fenomena itu.
Meskipun terkadang pencapaian ke arah itu memerlukan perjuangan yang
tidak mudah.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Pada perkembangannya
kemunculan CJ mendapatkan penolakan dari mainstream media yang merasa
citizen jurnalis bukan profesional yang bisa melakukan reportase
layaknya jurnalis profesional. Misalnya saja The New York Times yang
mempertanyakan keakuratan dan objektifitas hasil peliputan CJ.
Tradisional jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap CJ tidak dapat
melakukan peliputan dengan baik karena hanya jurnalist terlatih yang
mengetahui etika media saat melakukan peliputan.
Meski mendapat kritikan pedas semacam ini, namun CJ terus berkembang,
bahkan pada beberapa peristiwa penting di dunia CJ menjadi pihak nomer 1
yang memberikan informasi kepada masyarakat. Misalnya saja saat stunami
terbesar di Samudera Hindia, video dan informasi penting justru
bersumber dari blog yang dimiliki warga.
Jurnalisme warga atau yang biasa disebut citizen journalism adalah
kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan
pengumpulan, pelaporan, analisis, serta penyampaian informasi dan
berita. Jurnalisme warga merupakan suatu tren baru yang akan terus
berkembang di masyarakat.
Salah satu fenomena aktual yang berkaitan dengan citizen journalis
(jurnalisme warga negara) dalam proses penyebaran informasi adalah
maraknya aktivitas blog. Kehadiran blog, menjadikan internet benar-benar
diperhitungkan di dunia media. Citizen journalism membuka ruang wacana
bagi warga lebih meluas. Blog menjadi bagian dari proses revolusi
komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa
memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan yang lebih spontan dan
lebih luas dari media konvensional. Intensitas dari partisipasi ini
adalah untuk menyediakan informasi yang independen, akurat, relevan yang
mewujudkan demokrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perkembangan di Indonesia
Kemunculan jurnalisme warga di Indonesia bermula pada masa Orde Baru,
saat Soeharto berkuasa, di mana pada saat itu arus informasi dari media
massa kepada masyarakat dijaga ketat oleh pemerintah dan aparatnya. Masa
Orde Baru yang dikenal dengan sistem pers tertutupnya, memaksa pers
untuk lebih mengedepankan agenda kebijakan, khususnya kebijakan
eksekutif. Pers lebih banyak memberitakan kebijakan pemerintah.
Dominannya penggunaan sumber berita eksekutif menjadikan pemberitaan
pers menjadi top down.
Di Indonesia, jurnalisme ala warga telah hadir dalam keseharian melalui
acara-acara talkshow di radio khususnya sejak awal tahun 90-an. Karena
dilarang pemerintah menyiarkan program siaran berita, beberapa stasiun
radio mengusung format siaran informasi. Pada program siarannya, stasiun
radio tersebut (diantaranya adalah Radio Mara 106,7 FM di Bandung yang
menjadi pionir siaran seperti ini) menyiarkan acara talkshow yang
mengajak pendengar untuk aktif berpartisipasi melalui telepon untuk
menyampaikan informasi maupun pendapat tentang sebuah topik hangat. Pada
masa orde baru acara siaran tersebut efektif menjadi saluran khalayak
menyampaikan keluhan terhadap kelemahan atau kezaliman penguasa.
Setelah UU Penyiaran No.32 Tahun 2002, kehadiran community based media
di bidang penyiaran pun akhirnya terakomodasi. kehadiran radio dan
televisi komunitas menjadi legal. Legalitas ini membuat peluang
jurnalisme ala warga menjadi semakin terbuka. Melalui radio atau
televisi komunitas, warga bisa bertukar informasi atau pendapat, tentang
hal-hal terdekat dengan keseharian mereka, yang biasanya luput diliput
oleh media-media besar. Pada radio siaran, biaya peralatan, operasional
siaran dan pesawat penerima yang relative murah. Bahkan beberapa stasiun
televisi ada yang membuat program khusus untuk itu.
Sejumlah mailing list menjadi pelarian warga yang mampu mengakses
internet akibat media massa konvensional saat itu tidak ada yang berani
mengkritik rezim. Kehadiran blog ini baru dianggap sebagai ancaman
karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa
konvensional.
Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan lugas membuat citizen
journalism kian subur. Citizen journalism sendiri merupakan salah satu
jalan yang digunakan untuk mengembangkan sayap jurnalis, bergerilya
lewat digital untuk misi jurnalisme, sebagai wahana publik dalam bahasa
merupakan jurnalisme akar rumput.
B. Tujuan Citizen Journalism
Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik
namun lebih menitik beratkan pada “inilah yang terjadi di lingkungan
kita”. Pemberitaan citizen journalism lebih mendalam dengan proses
penayangan berita di televisi, dengan menggunakan visual dari
masyarakat. Citizen journalism dinilai sebagai bentuk partisipasi aktif
masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara lebih leluasa, terstruktur,
serta dapat diakses secara umum dan sekaligus menjadi rujukan
alternatif.
Agar warga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat dari
berbagai belahan dunia. Bagi orang-orang yang sibuk, dan tidak sempat
berinteraksi dengan suatu media massa ataupun media elektronik. Citizen
Journalism juga bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat
berinteraksi dan menyebarkan informasi secara cepat dan benar dan
singkat, padat, dan dapat dipercaya (realistis). Walaupun bukan jurnalis
yang profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin
tadinya tidak penting menjadi penting.
C. Kelebihan Citizen Journalism
Dibandingkan dengan implikasi-implikasi negatif yang ada, saya dapat
mengakui bahwa pada hakikatnya fenomena citizen journalism ini cukup
banyak juga manfaatnya.
Citizen journalism memacu orang untuk dapat berkarya lebih giat lagi
dalam hal tulis menulis. Semakin banyak penulis-penulis muda yang
terlahir dengan bantuan fenomena citizen journalism.
Saya merupakan salah satu penggemar blog. Sebagai sgorang penggemar,
saya merasakan betul dampak kegemaran saya mengelola blog dengan
penempatan minat saya dalam wadah yang sesuai.
Keberadaan citizen journalism juga sudah barang tentu meningkatkan
wawasan masyarakat luas tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia.
Uniknya lagi, masyarakat sebagai subjek dan objek dari citizen
journalism ini akan lebih kritis dalam menghadapi persoalan.
Satu hal yang terakhir yang diajrkan dari citizen journalism adalah ia
mengajari kita arti sebuah perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat,
sikap, perilaku. Semua hal itu adalah hal yang wajar, tergantung dari
bagaimana masyarakat yang bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut.
D. Kelemahan Citizen Journalism
Suatu fenomena memang tak terlepas dengan implikasi-implikasi yang
mengikutinya. Diantara beragam implikasi yang mungkin terjadi, salah
satunya tentu adalah implikasi negative yang berujung pada sebuah
kategori akhir bahwa hal tersebut adalah kelemahan dari suatu hal yang
kita teliti.
Citizen journalism. Menceritakan sebuah kisah tentang kebebasan
berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat insan pers
khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa dikatakan adalah sebuah
ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan, sekarang bisa dimasuki
oleh siapapun juga.
Dalam sebuah situs dikatakan, hal ini bisa jadi adalah sebuah ancaman
tentang terbentuknya kekuatan baru di samping kekuatan pers yang legal
di mata pemerintah.
Ancaman ataupun tidak sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana
cara kita menyikapinya.
Suatu fenomena akan menjadi suatu masalah bila kita melihatnya dari
sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja berubah menjadi suatu hal yang
baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai baik dari fenomena itu.
Meskipun terkadang pencapaian ke arah itu memerlukan perjuangan yang
tidak mudah.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Pada perkembangannya
kemunculan CJ mendapatkan penolakan dari mainstream media yang merasa
citizen jurnalis bukan profesional yang bisa melakukan reportase
layaknya jurnalis profesional. Misalnya saja The New York Times yang
mempertanyakan keakuratan dan objektifitas hasil peliputan CJ.
Tradisional jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap CJ tidak dapat
melakukan peliputan dengan baik karena hanya jurnalist terlatih yang
mengetahui etika media saat melakukan peliputan. Meski mendapat kritikan
pedas semacam ini, namun CJ terus berkembang, bahkan pada beberapa
peristiwa penting di dunia CJ menjadi pihak nomer 1 yang memberikan
informasi kepada masyarakat. Misalnya saja saat stunami terbesar di
Samudera Hindia, video dan informasi penting justru bersumber dari blog
yang dimiliki warga. Jurnalisme warga atau yang biasa disebut citizen
journalism adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh
masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis, serta
penyampaian informasi dan berita. Jurnalisme warga merupakan suatu tren
baru yang akan terus berkembang di masyarakat. Salah satu fenomena
aktual yang berkaitan dengan citizen journalis (jurnalisme warga negara)
dalam proses penyebaran informasi adalah maraknya aktivitas blog.
Kehadiran blog, menjadikan internet benar-benar diperhitungkan di dunia
media. Citizen journalism membuka ruang wacana bagi warga lebih meluas.
Blog menjadi bagian dari proses revolusi komunikasi. Kegiatan
pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa memungkinkan
berlangsungnya pertukaran pandangan yang lebih spontan dan lebih luas
dari media konvensional. Intensitas dari partisipasi ini adalah untuk
menyediakan informasi yang independen, akurat, relevan yang mewujudkan
demokrasi. BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Perkembangan di Indonesia
Kemunculan jurnalisme warga di Indonesia bermula pada masa Orde Baru,
saat Soeharto berkuasa, di mana pada saat itu arus informasi dari media
massa kepada masyarakat dijaga ketat oleh pemerintah dan aparatnya. Masa
Orde Baru yang dikenal dengan sistem pers tertutupnya, memaksa pers
untuk lebih mengedepankan agenda kebijakan, khususnya kebijakan
eksekutif. Pers lebih banyak memberitakan kebijakan pemerintah.
Dominannya penggunaan sumber berita eksekutif menjadikan pemberitaan
pers menjadi top down. Di Indonesia, jurnalisme ala warga telah hadir
dalam keseharian melalui acara-acara talkshow di radio khususnya sejak
awal tahun 90-an. Karena dilarang pemerintah menyiarkan program siaran
berita, beberapa stasiun radio mengusung format siaran informasi. Pada
program siarannya, stasiun radio tersebut (diantaranya adalah Radio Mara
106,7 FM di Bandung yang menjadi pionir siaran seperti ini) menyiarkan
acara talkshow yang mengajak pendengar untuk aktif berpartisipasi
melalui telepon untuk menyampaikan informasi maupun pendapat tentang
sebuah topik hangat. Pada masa orde baru acara siaran tersebut efektif
menjadi saluran khalayak menyampaikan keluhan terhadap kelemahan atau
kezaliman penguasa. Setelah UU Penyiaran No.32 Tahun 2002, kehadiran
community based media di bidang penyiaran pun akhirnya terakomodasi.
kehadiran radio dan televisi komunitas menjadi legal. Legalitas ini
membuat peluang jurnalisme ala warga menjadi semakin terbuka. Melalui
radio atau televisi komunitas, warga bisa bertukar informasi atau
pendapat, tentang hal-hal terdekat dengan keseharian mereka, yang
biasanya luput diliput oleh media-media besar. Pada radio siaran, biaya
peralatan, operasional siaran dan pesawat penerima yang relative murah.
Bahkan beberapa stasiun televisi ada yang membuat program khusus untuk
itu. Sejumlah mailing list menjadi pelarian warga yang mampu mengakses
internet akibat media massa konvensional saat itu tidak ada yang berani
mengkritik rezim. Kehadiran blog ini baru dianggap sebagai ancaman
karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa
konvensional. Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan lugas
membuat citizen journalism kian subur. Citizen journalism sendiri
merupakan salah satu jalan yang digunakan untuk mengembangkan sayap
jurnalis, bergerilya lewat digital untuk misi jurnalisme, sebagai wahana
publik dalam bahasa merupakan jurnalisme akar rumput. B. Tujuan Citizen
Journalism Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman
opini publik namun lebih menitik beratkan pada “inilah yang terjadi di
lingkungan kita”. Pemberitaan citizen journalism lebih mendalam dengan
proses penayangan berita di televisi, dengan menggunakan visual dari
masyarakat. Citizen journalism dinilai sebagai bentuk partisipasi aktif
masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara lebih leluasa, terstruktur,
serta dapat diakses secara umum dan sekaligus menjadi rujukan
alternatif. Agar warga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat
dari berbagai belahan dunia. Bagi orang-orang yang sibuk, dan tidak
sempat berinteraksi dengan suatu media massa ataupun media elektronik.
Citizen Journalism juga bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat
berinteraksi dan menyebarkan informasi secara cepat dan benar dan
singkat, padat, dan dapat dipercaya (realistis). Walaupun bukan jurnalis
yang profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin
tadinya tidak penting menjadi penting. C. Kelebihan Citizen Journalism
Dibandingkan dengan implikasi-implikasi negatif yang ada, saya dapat
mengakui bahwa pada hakikatnya fenomena citizen journalism ini cukup
banyak juga manfaatnya. Citizen journalism memacu orang untuk dapat
berkarya lebih giat lagi dalam hal tulis menulis. Semakin banyak
penulis-penulis muda yang terlahir dengan bantuan fenomena citizen
journalism. Saya merupakan salah satu penggemar blog. Sebagai sgorang
penggemar, saya merasakan betul dampak kegemaran saya mengelola blog
dengan penempatan minat saya dalam wadah yang sesuai. Keberadaan citizen
journalism juga sudah barang tentu meningkatkan wawasan masyarakat luas
tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia. Uniknya lagi,
masyarakat sebagai subjek dan objek dari citizen journalism ini akan
lebih kritis dalam menghadapi persoalan. Satu hal yang terakhir yang
diajrkan dari citizen journalism adalah ia mengajari kita arti sebuah
perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat, sikap, perilaku. Semua hal itu
adalah hal yang wajar, tergantung dari bagaimana masyarakat yang
bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut. D. Kelemahan Citizen
Journalism Suatu fenomena memang tak terlepas dengan implikasi-implikasi
yang mengikutinya. Diantara beragam implikasi yang mungkin terjadi,
salah satunya tentu adalah implikasi negative yang berujung pada sebuah
kategori akhir bahwa hal tersebut adalah kelemahan dari suatu hal yang
kita teliti. Citizen journalism. Menceritakan sebuah kisah tentang
kebebasan berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat
insan pers khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa dikatakan adalah
sebuah ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan, sekarang bisa
dimasuki oleh siapapun juga. Dalam sebuah situs dikatakan, hal ini bisa
jadi adalah sebuah ancaman tentang terbentuknya kekuatan baru di samping
kekuatan pers yang legal di mata pemerintah. Ancaman ataupun tidak
sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana cara kita
menyikapinya. Suatu fenomena akan menjadi suatu masalah bila kita
melihatnya dari sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja berubah menjadi
suatu hal yang baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai baik dari
fenomena itu. Meskipun terkadang pencapaian ke arah itu memerlukan
perjuangan yang tidak mudah.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar